Pengangguran, ya
pengangguran. Kata ini yang
mungkin menjadi momok "
menakutkan" bagi orang tua yang
berharap anaknya menjadi orang
yang "bergaji". Atau juga bagi
mereka yang sudah mapan
bekerja di suatu perusahaan yang
tanpa diketahui tiba-tiba akan di
PHK. Menyeramkan, mungkin kata
ini juga terbetik di pikiran mereka
ketika akan di PHK sedangkan
pekerjaan lain belum ada.
Pengangguran, kata ini juga
terngiang-ngiang ditelinga para
siswa SMU atau juga mahasiswa
yang sudah lulus dari bangku
sekolah atau perkuliahan. Pikir
mereka, "...nyari kerja sulit, wah
jadi pengangguran... ".
Sebenarnya apa yang dimaksud
dengan "Pengangguran" ini?
Apakah orang yang tidak bekerja
di pabrik atau kantor? Ataukah
orang yang tidak mempunyai
penghasilan? Sepertinya kalau
ada orang yang tidak bekerja di
pabrik atau di kantor tapi dia
mempunyai kegiatan di kelurahan
misalnya, maka dia bukan
pengangguran. Meski dia tidak
digaji, tetap saja dia bekerja
membantu pegawai di kelurahan.
Lalu kriteria lain yang disebut
tadi, orang yang tidak mempunyai
penghasilan, tetap saja bukan
pengangguran karena dia keluar
rumah mencari nafkah meski
pulang tetap tidak membawa
uang. Pengangguran bagi sebagian
orang dianggap orang yang tidak
berguna. Sampah masyarakat
atau apa saja kata yang
memojokkan saudara-saudara kita
yang belum mempunyai
penghasilan. Maka alangkah
indahnya bagi kita untuk
memposisikan diri sebagai sahabat
yang peduli dengan teman-teman
kita tersebut. Minimal tidak
menganggap rendah dengan
kehadiran mereka, lebih bagus
memberikan lapangan pekerjaan.
Semoga perhatian kita bisa
mengobati kepedihan hati mereka
bisa dengan sapaan, senyum tanpa
menganggap rendah mereka. Dan
bagi sahabat yang masih dianggap
pengangguran, tingkatkan
keimanan, keilmuwan, aktif di
kegiatan masyarakat terutama di
masjid. Mudah-mudahan cap
Pengangguran yang "sampah
masyarakat" bisa hilang seiring
prestasi yang sahabat lakukan.
Tetap semangat.
![[Abdulaziiz]Heri Setiawan](http://www.cybermq.com/dirmember/00002/abdulaziiz/album/63600/album-63600-s.jpg)